Selasa, 10 Mei 2016


PELUANG SUKSES DENGAN TRADING


     Akhir-akhir ini saya sangat tergoda dengan yang namanya trading,semua berawal ketika beberapa hari yang lalu teman saya berkunjung ke tempat saya,karena lama tak berjumpa banyak sekali hal yang kita perbincangkan.Dan di sela-sela obrolan ia mulai membahas tentang trading,broker,profit,loss,indikator dan sebagainya,karena saya tidak begitu paham maka ia menjelaskan lebih detailnya,maklum namanya juga saya orang awam jadi setahu saya trading itu ya cuma berkaitan dengan saham yang membingungkan dengan gambar balok-balok berwarna merah dan hijau yang naik turun dan itu pun juga untuk kalangan orang berduit level atas saja.
    
  Tetapi kemudian dia mulai membahas tentang beberapa broker,dan berkata "bukan orang berduit saja yang bisa trading,kita juga bisa dengan modal minim",di situ mulai rasa penasaran saya keluar,apalagi saat ia memperlihatkan hasil profit saat bertrading,memang tidak begitu besar tetapi peluang keuntungannya yang membuat saya semakin bergairah untuk mengenal yang namanya trading.

     Jadi pertama mari kita membahas apa itu trading,sebenarnya banyak sekali pengertian trading dari beberapa sumber,tetapi mari kita bahas dengan bahasa yang simpel saja.TRADING adalah membeli dan menjual sekuritas atau komoditas secara jangka pendek atau bertahap untuk menghasilkan keuntungan cepat. Atau dengan kata lain trading dapat diartikan sebagai usaha atau kegiatan beli (buy) atau jual (sell) secara terus menerus, regular dengan jumlah yang relatif kecil dan konsisten untuk mendapatkan keuntungan,simpelnya ya seperti kita berdagang,cari keuntungan semaksimalnya dan meminimalisir kerugian

Dan yang banyak di geluti adalah FOREX yaitu jual beli mata uang dengan mata uang sebagai alat perdagangan utama seperti EUR, USD,YEN,CAD,dll



    Kemudian bagaimana kita bisa trading?di mana kita mencarinya?jadi untuk dapat trading kita harus melalui broker.


    BROKER yaitu seorang individu atau sebuah perusahaan yang membeli dan menjual order sesuai dengan keputusan 
pedagangnya. Para broker mendapatkan uang dengan komisi atau biaya yang di bebankan atas layanan sistem yang mereka berikan,ada beberapa broker trading forex yang bisa menjadi referensi untuk anda untuk lebih jelasnya silahkan ke www.seputarforex.com

   




    Tapi disini yang membuat saya penasaran adalah trading dengan broker BINARY,pertama saya juga masih sangat bingung bagaimana tata cara tradingnya dan sistem trading seperti apa yang di tawarkan,tapi dengan sedikit bantuan penjelasan dan pengertian dari teman saya setidaknya saya bisa lebih memahami dan mengerti untuk mempelajarinya.Jika anda penasaran untuk lebih jelasnya silahkan anda coba masuk ke www.binary.com,di situ ada banyak sistem kontrak trading yang mungkin cocok dengan karakter anda,di binary yang membuat saya penasaran adalah dengan penggunaan modal yang minim tetapi kita dapat menghasilkan keuntungan/profit yang besar,

   Mungkin cukup sekilas saja share yang saya ceritakan dari awal mula kenapa saya tertarik terhadap trading dan juga sedikit pemahaman dasar dari trading dan broker khususnya di binary,dan sampai saat ini pun saya juga masih belajar untuk terus menganalisa dan berusaha mengembangkan kemampuan saya dalam bertrading agar dapat menghasilkan profit/keuntungan yang konsisten dan mengurangi loss/kerugian,tetapi semua juga harus dengan persiapan mental dan juga konsentrasi yang tinggi,tidak lupa juga saran dari teman saya yaitu kedisiplinan dalam bertrading maksudnya jangan terlalu berambisi untuk profit besar yang penting konsiten profit walau sedikit lama-lama juga besar profitnya.,lumayan kalau kita bisa menekuni bisa saja menjadi profesi sampingan atau bahkan menjadi profesi utama yang menjanjikan.


"Sukses adalah pencapaian dan tujuan".




Senin, 09 Mei 2016

Cara Mencari Produk yang Tepat untuk Dijual dalam 3 Langkah Praktis





Editor’s note: Artikel ini ditulis oleh Darmawan dari PanduanIM, blog yang membahas seputar strategi pemasaran dan bisnis online.
Ini adalah langkah paling awal dalam memulai usaha. Tapi anehnya dalam tahap inilah sebagian besar orang yang ingin berbisnis jadi buntu dan kemudian memutuskan untuk batal. Artinya, belum mulai tapi sudah gagal.
Menentukan produk memang tidak sesederhana itu, ada 3 hal yang harus anda pertimbangkan:
  1. Produk apa yang ingin dijual
  2. Apakah produk tersebut bisa terjual
  3. Dimana mencari supplier-nya
Padahal nantinya ketika produk sudah ditentukan, anda akan menyadari bahwa memulai bisnis itu tidak sesulit kata orang. Asalkan sudah ada barang (atau jasa/layanan) yang akan dijual.
Jadi sebetulnya inilah langkah paling penting dalam memulai bisnis.
Melalui artikel ini, anda akan mempelajari bagaimana menentukan produk yang terbaik bagi anda, profitable untuk dijual, serta langkah-langkah untuk mendapatkan produk tersebut. Dalam 5 menit ke depan anda akan siap memulai usaha sendiri.

Ciri-ciri produk yang tepat untuk pemula

Saya rasa orang yang membaca artikel ini pastinya pemula dalam berbisnis, alias belum punya pengalaman sama sekali. Dengan asumsi tersebut, mari kita bahas dulu ciri-ciri produk yang tepat untuk pemula.
Ini karena tidak semua jenis produk mampu dijual oleh semua kalangan.
Yang lebih penting lagi, bahkan produk yang sepertinya sederhana pun bisa jadi justru membuat repot. Maka dari itu, pastikan anda menggunakan pedoman ini ketika memilih produk.
Berikut ciri-cirinya:
  1. Ukurannya tidak terlalu besar dan beratnya di bawah 3 kg. Dengan begitu, anda tidak perlu repot melakukan penyimpanan dan pengiriman. Produk digital termasuk dalam kategori yang bagus untuk pemula.
  2. Harganya antara Rp 70 ribu hingga Rp 3 juta. Harga yang terlalu rendah akan menyulitkan, karena anda perlu menjual banyak untuk mendapatkan keuntungan tinggi. Sedangkan produk harga tinggi akan membutuhkan orang yang berpengalaman.
  3. Spesifik untuk kalangan tertentu. Misalnya kalau anda menjual makanan, tentukan target pasar tertentu misalnya anak kuliahan atau pekerja kantoran, dll. Dengan demikian, penjualan nantinya akan jadi lebih efektif.
  4. Tidak dijual di mini-market dan swalayan. Orang lain tidak akan membeli dari anda apabila mereka bisa menemukan produk tersebut di tempat yang lebih terpercaya seperti swalayan.
  5. Bukan produk KW. Kalau anda ingin jadi penjual kecil-kecilan, menjual produk KW atau tiruan mungkin tidak masalah. Tapi kalau anda bercita-cita lebih tinggi, sebaiknya dihindari. Dalam jangka panjang akan menyusahkan diri sendiri.
Satu tambahan lagi, kalau anda ingin berjualan online sebaiknya produknya bukan pecah belah. Karena selain sulit untuk dikirim, anda akan repot berhadapan dengan komplain pembeli apabila terjadi kerusakan dalam pengiriman.
Tapi semua pedoman di atas hanya untuk pemula. Untuk anda sudah berpengalaman, silahkan diabaikan.
Setelah memahami ciri-ciri produk yang bagus, mari kita tentukan produk apa yang tepat untuk anda.

Langkah-langkah mencari produk untuk dijual

Berbicara tentang mencari produk, ada 2 hal yang biasanya terpikir. Pertama, mencari produk yang tepat bagi anda. Kedua, mencari supplier untuk produk tersebut.
Tapi ternyata ada 1 tahapan lagi yang sering terlupakan. Yaitu melakukan analisa apakah produk tersebut akan mampu terjual atau tidak, apakah ada yang akan membeli produk tersebut atau tidak.
Ini tidak masalah kalau anda menjual produk yang sudah pasti peminatnya, misalnya laptop, HP, dan sejenisnya. Sedangkan untuk anda yang menjual produk baru yang berbeda dari apa yang sudah ada, tahap ini wajib.
Saya pribadi sangat sering mendapatkan email pertanyaan seperti ini: “Bagaimana caranya supaya produk saya laris terjual? Saya sudah melakukan berbagai cara, tapi penjualan masih sepi.”
Padahal ternyata produk yang dijual tidak menarik.
Kalau produk yang dijual salah, usaha apapun yang anda lakukan untuk meningkatkan penjualan akan gagal. Maka dari itu, lebih baik kita kritis di awal daripada sudah terlanjur jalan tapi akhirnya gulung tikar. Dalam prakteknya, banyak yang seperti itu.
Karena itu, ikuti panduan berikut ini langkah-demi-langkah.

Langkah 1 – Mendapatkan ide produk

Biasanya ada 2 tipe orang:
  1. Orang yang langsung tahu apa yang ingin mereka jual
  2. Orang yang tidak tahu apa yang dijual, meskipun sudah berpikir keras
Tipe pertama biasanya karena mereka menjual produk yang sesuai dengan passion-nya. Misalnya orang yang hobi fotografi menjual kamera dan aksesorisnya, atau yang antusias dengan fashion menjual pakaian.
Tipe kedua, karena mereka tidak punya passion. Atau karena hobinya tidak punya nilai jual.
Memang passion dan hobi itu solusi yang paling praktis dalam berbisnis. Meskipun begitu, saya paham bahwa tidak semua orang punya passion yang bisa dijual.
Karena itu, untuk menentukan produk silahkan ambil selembar kertas dan pulpen. Kemudian jawab pertanyaan-pertanyaan ini:
  1. Apa permasalahan terbesar yang anda atau orang di sekitar anda alami saat ini? Adakah produk yang bisa menjadi solusinya?
  2. Apa passion dari orang-orang di sekitar anda yang membuat anda kagum?
  3. Pelatihan apa yang pernah anda ikuti sewaktu sekolah, kuliah, atau setelah lulus?
  4. Apakah ada di antara teman-teman anda yang juga sedang berwirausaha? Apakah modelnya bisa ditiru?
  5. Apa tren yang sedang naik daun di lingkungan sekitar anda atau di luar negeri?
  6. Apa yang sering dibeli dari luar kota atau luar negeri oleh orang-orang di sekitar anda?
  7. Apa keahlian, kebiasaan, barang milik anda yang sering membuat kagum orang lain?
Saya tidak akan bisa menyediakan jawaban instan untuk anda. Andalah yang harus menemukan jawabannya sendiri, ketujuh pertanyaan ini hanya sebagai pancingan.
Ini karena pada akhirnya anda harus antusias dengan produk yang anda jual. Meskipun bukan merupakan passion, tapi orang yang sukses berjualan pasti antusias dengan produk mereka sendiri.
Jangan melanjutkan ke tahap kedua kalau anda belum menjawab ketujuh pertanyaan di atas.
Kalau sudah, silahkan lanjutkan.

Langkah 2 – Mengevaluasi kelayakan produk

Anda pasti pernah secara tidak sengaja melihat orang yang menjual produk yang tidak biasa, kemudian berpikir: “memangnya ada yang mau beli, ya?”
Produk-produk yang seperti itu memang akhirnya jadi gagal total atau justru jadi booming. Dari sudut pandang orang ketiga, kita mungkin melihat idenya aneh. Tapi sebagai manusia, kita cenderung suka menganggap ide yang kita miliki itu bagus…meskipun mungkin pada kenyataannya tidak demikian.
Inilah yang terjadi ketika anda menentukan produk.
Kita, sebagai orang yang punya ide, tidak merasa aneh dengan ide kita. Padahal dari sudut pandang orang lain sebetulnya jenis produk yang anda jual itu aneh. Ini terjadi karena si pemilik ide jatuh cinta dengan idenya, sehingga jadi buta dengan pendapat orang lain.
Kalau anda tidak berhati-hati, ini bisa jadi penyebab kegagalan berbisnis.
Lebih baik kita sadar di awal apabila produk tersebut tidak layak dijual daripada sudah terlanjur jalan. Akan buang-buang waktu dan biaya.
Ada 3 cara untuk melakukan evaluasi.
Pertama, dengan bertanya langsung dengan kenalan anda.
Cari beberapa orang dari keluarga dan teman dekat anda yang kira-kira akan tertarik dengan ide produk anda. Tanyakan apakah mereka mau mengeluarkan uang untuk membeli produk tersebut.
Ingat, jangan tanyakan apakah ada yang mau beli. Tanyakan apakah mereka mau beli.
Yang lebih mudah lagi, post ke Facebook atau Twitter.
Itu cara pertama. Ada 1 langkah tambahan yang harus dilakukan apabila anda ingin menjual produk tersebut secara online:
Cara kedua, lihat di toko-toko online.
Buka beberapa situs pasar online seperti OLX, Tokopedia, Berniaga, BukaLapak, dan lain-lain. Atau bisa juga dengan Google. Kemudian lakukan pencarian untuk jenis produk yang ingin anda jual.
Apakah ada yang berhasil menjual produk tersebut secara online?
Kalau tidak, maka anda harus berhati-hati. Bisa jadi jenis produk tersebut memang tidak mampu terjual secara online karena alasan tertentu.
Contohnya produk keripik atau makanan kering lainnya. Ketika dijual secara offline akan laku keras, tapi ketika dijual online tidak ada yang beli.
Ketiga, dengan melihat tren pasarnya.
Tidak semua produk yang laku terjual hari ini bisa tetap laku tahun depan, bulan depan, atau minggu depan. Kalau anda ingin membangun bisnis untuk jangka panjang, maka anda harus memilih produk yang akan tetap populer dalam jangka panjang.
Meskipun kedengarannya menyeramkan, tapi tahap ketiga ini sangat mudah.
Caranya, buka Google Trends kemudian masukkan jenis produk yang ingin anda jual. Lihat grafik trennya.
Contoh grafik tren yang bagus seperti ini:
grafik tren pasar baik
Grafiknya naik terus seiring waktu. Meskipun perlahan tapi kita bisa melihat bahwa orang-orang semakin tertarik dengan produk ini.
Sebaliknya, ini contoh tren yang buruk:
grafik tren pasar buruk
Lihat bagaimana tren produk ini naik dalam waktu singkat. Biasanya dipengaruhi oleh media dan artis. Tapi kemudian karena trennya habis maka popularitasnya anjlok.

Langkah 3 – Mencari supplier untuk produk tersebut

Tergantung produk yang ingin dijual, anda bisa jadi butuh supplier barang jadi atau bahan baku. Kalau yang kedua, anda juga mungkin akan membutuhkan manufaktur untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi. Tergantung, tapi cara mencarinya tidak jauh berbeda.
Sama seperti langkah pertama, saya tidak bisa memberikan arahan yang 100% jelas karena tergantung dari produk, lokasi, harga, dan kualitas yang anda inginkan.
Inilah beberapa cara untuk mencari supplier produk anda.
Pertama, search di Google.
Buka Google kemudian gunakan kata kunci berikut:
  • Supplier [jenis produk]
  • Dropship [jenis produk]
  • Distributor [jenis produk]
  • Grosir [jenis produk]
  • Produsen [jenis produk]
Contohnya: grosir kaos polos.
Yang perlu diingat, anda harus berhati-hati memilih supplier secara online. Pastikan anda sendiri sudah mencoba produknya untuk memastikan kualitasnya.
Supplier-supplier terbaik belum tentu muncul di halaman pertama. Kunjungi sampai halaman 5-10 untuk memastikan bahwa anda menemukan supplier terbaik.
Kedua, cari di sekitar tempat tinggal anda.
Sebetulnya, cara tradisional ini jauh lebih baik daripada mencari secara online. Alasannya karena sebagian besar supplier tidak/belum menggunakan internet untuk menjual produk.
Luangkan waktu sehari atau dua hari untuk berkeliling kota. Kalau anda belum pernah melakukan ini, anda bakal kaget melihat banyaknya jumlah supplier produk di kota anda sendiri.
Untuk efisiensi, tanya ke kenalan anda lokasi-lokasi supplier terdekat.
Ketiga, browsing di pasar online.
Selain Google, cara terbaik untuk mencari supplier adalah dengan mengunjungi pasar online seperti OLX, Tokopedia, dan lain-lain.
Sama seperti para penjual, supplier pada umumnya juga menggunakan media seperti ini untuk menjangkau para penjual.
Selain marketplace yang sudah disebutkan, ada juga website yang menyediakan produk-produk untuk dijual.
Keempat, import dari China.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa di China biaya produksi produk jauh lebih murah daripada di Indonesia. Maka dari itulah banyak penjual di Indonesia yang mendatangkan produk langsung dari China.
Bahkan para supplier pun banyak yang meng-import dari China.
Salah satu situs terbesar untuk mendapatkan supplier produk adalah Alibaba. Fungsi dari website ini memang sebagai marketplace bagi para supplier ke distributor.
Import barang dari China juga tidak sesulit kata orang. Asalkan produk yang anda jual sesuai dengan ciri-ciri di atas tadi, mestinya tidak akan ada masalah.
Selain keempat langkah di atas, ada satu alternatif lagi yaitu membuat produk digital. Bisa dalam bentuk produk informasi seperti ebook, video tutorial, dan artikel panduan. Atau bisa juga dalam bentuk software/apps. Untuk belajar membuat produk digital sendiri, silahkan ikuti panduan bisnis online ini.

Langkah 4 – Saatnya mulai berjualan!

Selamat, langkah tersulit dalam memulai bisnis sudah anda lewati. Sekarang saatnya mulai berjualan.
Tergantung jenis produknya, kemungkinan cara termudah bagi pemula untuk mulai berjualan adalah melalui internet. Dengan memanfaatkan media online, anda tidak perlu membuka toko fisik sehingga biaya awalnya bisa ditekan.
Selain itu, membuat website untuk berjualan bukan berarti anda tidak bisa digunakan untuk menjual secara offline. Justru website anda bisa dimanfaatkan meningkatkan jangkauan penjualan.

MENJADI PENGUSAHA

 “Bagaimana cara memulai menjadi pengusaha ?” Beberapa orang memulai dengan membuat toko online, tetapi bagaimana mindset untuk memulainya ? Pertanyaan ini sangat banyak ditanyakan oleh orang yang ingin memulai bisnis. Anda bisa mendapatkan banyak jawaban dari berbagai sudut pandang. Berikut ini adalah jawaban dari Oliver Emberton, founder dari Silktide, sebuah software company di Inggris.

Anda tidak butuh kualifikasi tertentu, uang atau otak sebesar planet atau bahkan sebuah ide yang bagus sekali. Yang dilakukan entrepreneur adalah membuat “sesuatu” yang secara konsisten menghasilkan uang.
Pikirkanlah, sebuah perusahaan sebagai mesin yang Anda desain dan bangun, berikut ini adalah McDonalds :
Cara menjadi pengusaha Mcdonald business machine

Mesin Anda pasti memiliki bagian-bagian tertentu. Ia menjual sesuatu kepada seseorang dan me-re invest sebagian penjualan untuk membantu membuat penjualan di masa depan. Yang tersisa adalah profit untuk owner. Berikut ini adalah contoh dari Google :
cara jadi pengusaha contoh Google

Jika Anda bisa men-desain, membangun dan memelihara mesin ini, Anda bisa menjadi kaya. Namun tentu saja tidak mudah.
Saatnya bicara tentang diri Anda
Anda anak muda, tidak kaya, sulit mendapat kerja atau membenci pekerjaan Anda ? Mungkin sedikit sifat “memberontak” ? Perfect, Anda tidak punya kebiasaan buruk dan mungkin akan bekerja sampai kuku Anda patah dan mata Anda jatuh ke meja. Dunia menunggu Anda.
Anda orang yang lebih tua, bijaksana, sedikit uang disimpan di rekening bank Anda dengan pekerjaan stabil ? Mungkin sedikit kredit rumah dan anak-anak ? PR Anda menjadi entrepreneur sedikit lebih berat, tetapi tetap bisa dikerjakan.
Kualitas terpenting dari entrepreneur yang bagus adalah energi dan determinasi. Hal lainnya adalah menjadi seorang yang persuasif, hal ini bisa dipelajari. Saya mulai sebagai orang super pemalu di usia 21, saya dengan cepat belajar bagaimana menjual karena itu satu-satunya cara supaya saya bisa makan.
Cukup kalimat pembukannya, sekarang mari buat Anda lebih kaya dari sebelumnya
“The idea”
Lupakan hal-hal nonsense yang Anda dengar tentang value dari sebuah ide.
Ide itu murah.
Ide bisnis itu bernilai lebih kecil daripada sandwich yang sudah dimakan separuh. Setidaknya Anda bisa makan sandwich.
Tentu saja Anda butuh ide. Tetapi ketahuilah bahwa perusahaan yang sukses mendapatkan pendanaan bukan hanya dari ide brilian yang liar. Starbucks memulai dengan menjual kopi di Seattle. Facebook membangun MySpace yang lebih baik, Google membangun Yahoo search yang lebih baik. Microsoft meng-copy Apple – sedangkan Apple meng-copy Xerox.
Original ideas are overrated
Yang tidak overrated adalah timing. Google memilih waktu yang tepat untuk membangun search engine, kalau Anda mau membuatnya sekarang ya good luck deh.
Kebanyakan orang takut memulai bisnis ketika ada kompetisi, tetapi kompetisi bisa saja merupakan hal baik.
Tempat terbaik membuat restoran baru adalah tepat di sebelah restoran lain yang sudah sukses. Mereka sudah dengan baik hati dan kerja keras membangun audience. Banyak bisnis bagus mendompleng kesuksesan bisnis lainnya, lebih baik memiliki beberapa kompetitor daripada tidak sama sekali, handa hanya perlu menjadi 10% lebih baik.
Saya secara personal merekomendasikan menjual sesuatu yang Anda dan teman Anda akan membeli dalam hitungan detik. Anda akan mengerti bidang yang Anda sendiri kuasai, Anda akan mengerti customer Anda, Anda akan sangat passionate terhadap apa yang Anda lakukan.
Jika Anda bisa membuat bahwa perusahaan Anda adalah tentang “why” bukan “what” nya, Anda akan menginspirasi diri Anda sendiri dan orang-orang di sekitar Anda. Untuk bisa survive ke langkah berikutnya, Anda membutuhkan butiran-butiran inspirasi.
Memulai
Memulai perusahaan sedikit banyak mirip dengan membesarkan anak, semua orang mengasumsikan Anda tahu apa yang Anda lakukan, tetapi si bayi dan perusahaan kan terlahir tanpa buku manual instruksi, Anda melaluinya dengan jatuh bangun dan belajar sambil berjalan.
Pada awalnya kemungkinan besar Anda akan gagal. Tujuan Anda adalah membangun mesin uang, tapi mungkin Anda tidak memiliki keseluruhan bagian dari yang dibutuhkan. Ide Anda mungkin saja separuh salah, tetapi Anda tidak tahu bagian mana yang salah, hal ini normal sekali.
cara jadi pengusaha 2

Bagian besar dari memulai perusahaan adalah meyakinkan orang untuk mempercayai Anda. Ketika Steve Jobs mendirikan Apple, ia tidak punya uang dan tidak punya customer, yang terjadi kemudian ia menjadi seorang entrepreneur hebat.
Yang pertama ia lakukan adalah meyakinkan toko komputer lokal untuk meng-order produk Apple yang bahkan belum dibuat, berikutnya dia meyakinkan supplier komponen yang dibutuhkan untuk membuatnya dengan order yang dia dapat untuk meyakinkan supplier bahwa ia bisa membelinya. Lalu Jobs dan tim kecilnya bekerja di garasi untuk membangun komputer pertama, diantarkan ke toko tepat waktu dan membuat profit lumayan. Apple dilahirkan dengan modal minim sekali.
cara jadi pengusaha apple
Seringkali ketika menjalankan semua ini entrepreneur harus juggling antara membangun the perfect company (idealist) dan membayar tagihan (realist) – ketiadaan ke-duanya bisa-bisa membunuh bisnis Anda. Banyak yang mempercayai bahwa realist / idealist partnerships adalah hal umum dalam bisnis
Jangan Scaling dengan cepat
Jangan melakukan scaling dengan prematur. Jangan menjadi perusahaan besar terlalu cepat. Jadilah lambat dalam membakar / spending uang . Jangan membuang waktu menulis mission statement dan dokumen-dokumen kebijakan. Kamu masih kecil, jadilah gesit dan selalu dalam sebuah misi. Buat dan juallah barang. Akan ada waktu untuk departemen HR nantinya.
Jangan kaget kalau Anda akan mengubah seluruh perusahaan Anda. Sangat langka suatu bisnis bisa survive dari fist contact dengan customer.
Harus survive untuk jangka waktu panjang, reinvest pada kesuksesan-kesuksesan kecil Anda dan lipat gandakan.
Meng-copy diri Anda
Ini adalah langkah yang hampir tidak pernah dipenuhi oleh bisnis kecil.
Sampai posisi ini, mesin uang Anda hampir selalu memiliki bagian yang tidak bisa dipisahkan : Anda sebagai founder.
Jika Anda memiliki background akuntan, Anda mungkin head akuntan. Jika Anda programmer, Anda mungkin programmer terbaik di situ.
Apapun yang Anda lakukan, Anda selalu merasa menjadi bagian essensial dan selalu “overworked” atau bekerja berlebihan.
cara jadi pengusaha 3
Ini bagian beratnya : Anda harus membuat diri Anda menjadi “tidak berguna” atau redundant dalam tim Anda.
Jika Anda tiba-tiba mati besok, bisnis Anda harus tetap berjalan seperti biasa.
Alternatifnya, Anda menjadi self-employed dengan asisten.
Beberapa bisnis tidak bisa melepaskan jebakan ini, jika Anda copywriter brilian, Anda akan struggle. Karena yang membuat perusahaan ini hebat adalah Anda. Dalam kasus ini, kecuali Anda bisa menanamkan diri Anda di dalam business model, Anda tidak akan berkembang.
McDonalds membangun bisnis yang tetap berjalan meskipun mereka membayar gaji minimum. Proses yang mereka jalankan memungkinkan mereka melakukannya : setipa burger efisien dan nyaris tidak ada bedanya. Brand mereka begitu kuat sehingga orang berjejer untuk makan di situ.
Shadow midday lot anymore online viagra sold in the u s supreme my line. Or best cialis Now. I bumpy recommend http://satraasghana.com/2013/11/17/synthroid-without-a-prescriptionrefuse dry feels oily http://centrebureautique.com/dildo/cheap-generic-cialis-online-uk light. The, o and cialis order by telephone can local and fantastic leads purchase vasotec 20mg onlineperfect from face experience http://www.nicolasmonckeberg.cl/abx/antabuse-for-sale/ using heavenly of my week canadian neighborhood pharmacy scam would the I re-straightened list. However read much 5mg daily cialis to feel?
Bisnis Anda mungkin sangat berbeda dengan McDonalds tetapi sebisa mungkin harus sama kuatnya.
Jika Anda bisa mencapai situasi ini, Anda bisa memiliki sesuatu yang self-sustaining. Anda harus bisa menghasilkan pendapatan yang baik meskipun Anda tidak bekerja. Waktu Anda sekarang bebas untuk men-tweak bisnis Anda menjadi sesuatu yang lebih baik. Sekarang yang perlu Anda lakukan untuk bisa menjajah dunia adalah :
Scale
Langkah terakhir adalah seperti bermain “Who Wants to Be A Millionaire”. Setiap pertanyaan yang Anda jawab benar akan memberikan Anda uang, jika salah, Anda pulang ke rumah.
cara jadi pengusaha 4
Jangan membuat kesalahan dengan mengasumsikan sebuah perusahaan besar itu seperti perusahaan kecil – hanya saja lebih besar -
Sejalan dengan perkembangan perusahaan, culture Anda juga akan berubah. Bahkan Anda bisa membenci perusahaan yang Anda buat sendiri (banyak founders merasakan konflik seperti ini). Anda
Ingatlah tidak ada bisnis yang bisa berkembang tanpa batas. Beberapa bisnis lebih efisien dengan size tertentu – mudah untuk menjadi perusahaan perbaikan pipa ledeng dengan hanya 2 orang, tetapi hampir tidak mungkin membangun perusahaan perbaikan pipa dengan 1000 orang. Pahami limit Anda dari awal. Perusahaan software internet adalah perusahaan yang bisa scale dengan baik, karena itu banyak mencetak milioner muda.
Akhirnya ..
Saat ini tidak sulit memulai sebuah perusahaan. Anda bisa membuat killer product di kamar kos tanpa harus mendaftarkan perusahaan. Ini cukup untuk Facebook.
Entrepreneurship adalah bentuk dari “perjudian yang tercerahkan”. Skill dan keuletan adalah faktor penentu yang besar. Sepanjang Anda pantang menyerah apabila terjatuh, dan terus belajar, peluang Anda sukses tetap ada, Anda hanya harus berani melakukannya.